BANGUN GEREJA DI PELOSOK INDONESIA

Setiap kami ibadah, kami selalu menangis. Kami seorang petani yang hanya mampu ibadah di tenda, itupun harus bongkar-pasang.

Atapnya seng tipis & berkarat yang berlubang. Lantainya masih berupa tanah sehingga saat hujan becek dan penuh lumpur.

Pdt. Martinus Tino berjuang mati-matian jadi petani, penghasilannya cuma puluhan ribu, beliau tabung demi bisa renovasi rumah gubuk yang disulap jadi gereja.

Sebanyak 182 jemaat beribadah di kapel yang dindingnya retak-retak, atap seng yang bocor, serta rangka atap kayu yang sudah lapuk.

Halo! Kami siap bantu kamu