
“Kami umat selalu berdoa memohon kepada Tuhan agar suatu hari nanti kami bisa memiliki gereja yang layak, dengan atap yang tidak bocor dan tembok yang kokoh.” – Umat Kapela Santo Yohanes Pemandi Maurisu, NTT
Gereja Katolik Kapela Santo Yohanes Pemandi Maurisu terletak di Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT. Sejak didirikan pada 2012, gereja ini menjadi satu-satunya tempat ibadah bagi 44 kepala keluarga di Desa Maurisu. Tempat mereka berkumpul, berdoa, dan mempererat tali persaudaraan dalam iman.
Namun, kondisi gereja kini sangat memprihatinkan. Kayu penyangga yang mulai lapuk, dinding yang retak, serta atap seng yang bocor membuat umat harus beribadah sambil menahan rasa takut.
Terutama setiap kali hujan turun, air merembes masuk dan membasahi seluruh gereja. Tak jarang, umat harus berdesakan mencari sudut-sudut kering untuk tetap melangsungkan misa.
Kondisi ini telah berlangsung selama lebih dari empat tahun. Sayangnya, keterbatasan ekonomi umat yang mayoritas berprofesi sebagai petani membuat perbaikan secara mandiri sangat sulit untuk dilakukan.

“Kami sudah berusaha memperbaiki semampu kami, tetapi keadaan ekonomi umat sangat sulit. Kami hanya bisa berdoa agar Tuhan mengirimkan tangan-tangan yang peduli untuk membantu membangun kembali rumah-Nya.” - Bapak Martinus, Ketua Lingkungan Santo Yohanes Pemandi Maurisu.
“Kami sudah berusaha memperbaiki semampu kami, tetapi keadaan ekonomi umat sangat sulit. Kami hanya bisa berdoa agar Tuhan mengirimkan tangan-tangan yang peduli untuk membantu membangun kembali rumah-Nya.” – Bapak Martinus, Ketua Lingkungan Santo Yohanes Pemandi Maurisu.
Sahabat, mari bantu hadirkan rumah Tuhan yang layak untuk umat di NTT dengan cara:
![]()
Menanti doa-doa orang baik